Dari importir jam tangan ke dapur kebab
Perjalanan Kebab Mozza bermula dari sebuah titik balik yang menantang. Sang founder awalnya merintis karier sebagai importir jam tangan. Namun, hantaman kenaikan pajak dan fluktuasi nilai tukar dolar yang tajam memaksanya menutup bisnis tersebut pada tahun 2016.
Berbekal sisa aset yang dijual untuk menutupi utang, ia mulai mencari peluang bisnis baru yang lebih stabil dan tahan banting terhadap zaman. Pada tahun 2017, ia memutuskan untuk banting setir ke industri makanan. Setelah melakukan riset dan mempertimbangkan margin keuntungan — serta menolak opsi bisnis ayam goreng yang marginnya dinilai terlalu tipis — pilihan akhirnya jatuh pada bisnis kebab.
Tantangan terbesar di masa awal terletak pada pengadaan bahan baku, khususnya saat pandemi. Dari sinilah lahir komitmen untuk memproduksi bahan baku utama secara mandiri (homemade) dan terus berinovasi — sebuah semangat yang masih menjadi jiwa Kebab Mozza hingga kini.